WARNING: This product contains nicotine. Nicotine is an addictive chemical.

Larangan Rasa Vape di AS: Efektif atau Justru Gagal Total?

Kebijakan pelarangan rasa (flavour ban) pada produk vape di Amerika Serikat awalnya dimaksudkan untuk menurunkan angka vaping di kalangan remaja. Namun, sejumlah penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa kebijakan tersebut membawa dampak tak terduga — mendorong sebagian orang dewasa muda kembali ke rokok tembakau, serta memunculkan pasar gelap yang sulit diawasi.

Inti Aturan Flavour Ban di AS

Larangan rasa umumnya diterapkan di tingkat negara bagian atau kota, seperti San Francisco dan Massachusetts. Aturan ini melarang penjualan cairan vape (e-liquid) dengan rasa buah, permen, atau dessert yang dianggap menarik bagi remaja.
Namun, sebagian wilayah masih mengizinkan penjualan rasa tembakau dan mentol sebagai pengecualian.

Tujuan resmi kebijakan ini adalah mencegah inisiasi vaping di kalangan remaja, karena rasa manis dianggap menjadi daya tarik utama bagi anak di bawah umur.

Tujuan Awal: Vaping Remaja Menurun

Dari sisi angka, memang ada hasil positif. Studi menunjukkan bahwa setelah larangan diberlakukan, tingkat penggunaan vape di kalangan remaja menurun sekitar 3,6 poin persentase di wilayah yang menerapkan kebijakan tersebut.
Artinya, untuk tujuan awal — mengurangi vaping remaja — kebijakan ini relatif berhasil.

TahunPersentase Vaping di Area Flavour BanPersentase Vaping di Area Non-Ban
2018≈25%≈24%
2019≈24%≈23%
2020 (Larangan Diterapkan)≈20%≈22%
2021≈18%≈21%
2022≈16%≈20%
2023≈15%≈19%

Namun, keberhasilan ini ternyata tidak datang tanpa konsekuensi.

Efek Samping: Kenaikan Merokok Tembakau di Kalangan Dewasa Muda

Beberapa riset menunjukkan bahwa larangan rasa justru menyebabkan peningkatan konsumsi rokok tembakau konvensional, terutama pada kelompok usia 18–29 tahun.

  • Analisis JAMA Health Forum menemukan kenaikan tingkat merokok harian sekitar 2,2 hingga 3,7 poin persentase setelah penerapan larangan rasa.
  • Studi Yale (JAMA Pediatrics 2021) menunjukkan bahwa di distrik San Francisco, kemungkinan siswa SMA merokok konvensional meningkat dua kali lipat dibanding distrik yang tidak memberlakukan larangan.

Dengan kata lain, sebagian pengguna vape yang kehilangan pilihan rasa justru beralih kembali ke rokok biasa — produk yang terbukti jauh lebih berbahaya.

Mengapa Kebijakan Ini Dinilai Gagal dari Sisi Kesehatan Publik

Para ahli menganggap kebijakan yang membatasi akses terhadap produk dengan risiko lebih rendah (seperti vape berperasa) namun tidak menekan konsumsi rokok, merupakan kegagalan strategi kesehatan masyarakat jangka panjang.

Larangan rasa mendorong perpindahan dari produk yang relatif aman ke produk yang mematikan. Dalam konteks kebijakan publik, hal ini dianggap sebagai langkah mundur.

Risiko Baru: Munculnya Pasar Gelap

Selain mendorong kembalinya kebiasaan merokok, larangan rasa juga menciptakan pasar gelap yang sulit dikendalikan. Tiga masalah besar muncul:

  1. Kualitas Tidak Terjamin – Produk ilegal tidak diawasi, sering kali mengandung bahan berbahaya atau kadar nikotin yang tidak sesuai standar.
  2. Akses Bebas bagi Remaja – Tidak ada mekanisme pemeriksaan usia di pasar ilegal, membuat remaja justru lebih mudah mendapatkan produk berperasa.
  3. Ancaman Keamanan – Aktivitas perdagangan ilegal dapat memperkuat jaringan penyelundupan dan kejahatan terorganisir.

Mengapa Rasa Penting bagi Perokok Dewasa

Kebijakan larangan rasa sering gagal karena pembuat kebijakan salah memahami fungsi rasa bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

  1. Memutus Keterikatan Psikologis:
    Rasa manis, buah, atau makanan pada vape membantu perokok dewasa melepaskan ketergantungan psikologis terhadap rasa dan aroma tembakau.
  2. Menjaga Transisi (Switching):
    Banyak mantan perokok melaporkan bahwa tanpa rasa yang mereka sukai, pengalaman vaping menjadi kurang memuaskan dan mereka akhirnya kembali ke rokok tembakau.

Dengan demikian, rasa bukan sekadar pemanis, tapi alat penting dalam strategi harm reduction — membantu perokok beralih ke alternatif dengan risiko lebih rendah.

Rekomendasi Kebijakan yang Lebih Efektif

Daripada melarang rasa secara total, banyak pakar merekomendasikan pendekatan yang lebih seimbang:

  1. Fokus pada Batas Usia:
    Tegakkan aturan pembelian untuk usia 21+ (Tobacco 21) secara konsisten di seluruh kanal penjualan.
  2. Batasi Distribusi:
    Izinkan penjualan produk vape hanya di toko khusus yang memiliki kontrol usia ketat, bukan di minimarket atau toko serba ada yang mudah diakses remaja.

Pendekatan seperti ini menjaga perlindungan bagi remaja, tanpa mengorbankan perokok dewasa yang berusaha berhenti.

Kesimpulan

Kebijakan larangan rasa vape di AS memang berhasil menurunkan angka vaping di kalangan remaja, tetapi muncul efek domino yang mengkhawatirkan: naiknya angka merokok tembakau, berkembangnya pasar gelap, dan menurunnya efektivitas harm reduction bagi perokok dewasa.

Keseimbangan kebijakan menjadi kunci — melindungi remaja tanpa menutup akses bagi mereka yang ingin beralih ke alternatif yang lebih aman.

Catatan Penutup

Bagi pengguna dewasa di Indonesia yang mencari produk vape legal, aman, dan sesuai regulasi, pastikan membeli hanya dari produsen terpercaya.
ISOK Indonesia adalah salah satu merek yang telah mematuhi peraturan pemerintah, menggunakan bahan yang teruji, dan memproduksi perangkat disposable pod sesuai standar keamanan yang berlaku.

Produk resmi ISOK bisa diperoleh melalui situs resmi:
👉 https://store.isok.co.id

Dengan memilih produk legal dan terverifikasi, pengguna dapat menikmati pengalaman vaping yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Temukan Lokasi ISOK

Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lokasi ISOK terdekat