Istilah Popcorn Lung sering kali digunakan untuk menakuti pengguna vape, seolah-olah vaping bisa langsung membuat paru-paru rusak berat. Padahal, kalau ditelusuri lewat sumber medis dan jurnal ilmiah, narasi seperti itu tidak sesuai dengan konteks dan data sebenarnya.
Artikel ini akan membahas dari mana istilah Popcorn Lung berasal, bagaimana peran zat bernama Diacetyl, perbandingan antara rokok dan vape, serta hasil penelitian ilmiah yang sering kali tidak dijelaskan secara lengkap.
Apa Itu Popcorn Lung (Bronchiolitis Obliterans)?
Nama medis: Bronchiolitis Obliterans
Kondisi: Peradangan dan penyempitan permanen pada saluran napas kecil (bronkiolus)
Gejala umum: Sesak napas, batuk kering berkepanjangan, dan rasa berat di dada
Menariknya, kasus yang membuat istilah ini viral tidak ada hubungannya dengan rokok atau vape. Penyebab aslinya justru berasal dari paparan industri.
Kasus pertama ditemukan pada pekerja pabrik popcorn microwave di Amerika Serikat. Mereka setiap hari menghirup uap Diacetyl dalam bentuk gas pekat di ruang produksi tertutup selama bertahun-tahun.
Lembaga seperti NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health) dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mencatat kasus ini sebagai penyakit akibat kerja, bukan akibat konsumsi produk konsumen.
Mengenal Diacetyl: Zat yang Sering Diperdebatkan
Diacetyl adalah senyawa kimia yang memberikan rasa mentega atau creamy pada makanan dan minuman. Penggunaannya cukup luas:
| Produk Konsumen | Kandungan Diacetyl |
|---|---|
| Makanan olahan (popcorn, kopi instan, pastry) | Umum digunakan |
| Rokok konvensional | Ada dalam jumlah tinggi per batang |
| Vape (liquid rasa creamy/dessert) | Bisa ada, tapi jauh lebih rendah dan kini banyak merek yang sudah menghapusnya |
➡ Fakta penting: Diacetyl tidak otomatis berbahaya. Yang berisiko adalah paparan uap gas pekat dalam jangka waktu lama di ruang tertutup seperti lingkungan kerja industri.
Data Penelitian: Seberapa Banyak Diacetyl di Rokok dan Vape?
1. Rokok Konvensional — Fujioka & Shibamoto (2006)
Judul: Determination of Diacetyl in Cigarette Smoke
Temuan: Pembakaran satu batang rokok menghasilkan kadar Diacetyl yang cukup tinggi.
Kesimpulan: Perokok sebenarnya sudah menghirup Diacetyl setiap hari dalam jumlah jauh lebih besar dibanding pengguna vape.
DOI: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/tox.20153
2. Vape — Harvard University (Allen et al., 2016)
Penelitian ini menganalisis 51 produk vape.
Hasilnya: 39 produk mengandung Diacetyl, tetapi kadarnya sangat rendah.
Para peneliti juga menyebut bahwa kandungan Diacetyl pada rokok jauh lebih tinggi dibanding vape.
Allen menegaskan, tujuan penelitian mereka adalah memantau keamanan industri, bukan menyimpulkan bahwa vape menyebabkan Popcorn Lung.
DOI: https://doi.org/10.1289/ehp.1510185
Pertanyaan Penting: Kalau Rokok Mengandung Diacetyl Lebih Banyak, Kenapa Tidak Ada Epidemi Popcorn Lung?
Ini hal yang jarang dibahas.
Perokok aktif sudah menghirup Diacetyl selama puluhan tahun, tapi tidak pernah ada laporan wabah Popcorn Lung di kalangan perokok.
Bahkan lembaga seperti WHO dan CDC tidak pernah mencatat rokok sebagai penyebab epidemi Bronchiolitis Obliterans.
➡ Kesimpulannya, yang menentukan risiko bukan sekadar adanya zat, tapi seberapa besar dan dalam bentuk apa paparan itu terjadi.
Paparan Industri vs Penggunaan Konsumen
| Parameter | Pekerja Pabrik Popcorn | Pengguna Rokok | Pengguna Vape |
|---|---|---|---|
| Bentuk Diacetyl | Uap gas pekat di udara | Hasil pembakaran | Uap dari pemanasan liquid |
| Konsentrasi | Sangat tinggi dan terus-menerus | Tinggi, tapi tidak dalam bentuk gas industri | Rendah hingga sangat rendah |
| Durasi paparan | 8–12 jam per hari, setiap hari | Beberapa menit per batang | Tergantung frekuensi pemakaian |
| Kondisi ruangan | Tertutup | Terbuka | Terbuka |
| Kasus Popcorn Lung | Terlapor dan diklasifikasi sebagai penyakit kerja | Tidak ada | Tidak ada kasus terkonfirmasi secara klinis |
Kesimpulan Berdasarkan Bukti
- Popcorn Lung bukan penyakit akibat vape
- Kasus aslinya muncul karena paparan Diacetyl dalam dosis industri yang ekstrem
- Rokok konvensional mengandung Diacetyl jauh lebih tinggi dibanding vape
- Tidak ada epidemi Popcorn Lung pada perokok maupun pengguna vape
- Klaim bahwa vape menyebabkan Popcorn Lung tidak didukung bukti ilmiah
Catatan untuk Edukasi Publik
Kritik terhadap vape tentu sah, tapi harus berdasarkan data yang akurat, bukan menakut-nakuti publik dengan istilah medis yang dipelintir.
Fokus edukasi sebaiknya diarahkan ke hal-hal yang benar-benar penting, seperti:
- Pengawasan terhadap produk ilegal atau cairan tanpa izin
- Transparansi komposisi liquid
- Penerapan standar dan regulasi industri yang ketat
Vape bukan berarti aman sepenuhnya, tapi menyebarkan informasi yang keliru hanya akan membuat edukasi kesehatan jadi bias dan tidak produktif.